Tampilkan postingan dengan label healty. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label healty. Tampilkan semua postingan

Herbal Rosella, Dilirik Sebagai Penurun Berat Badan

0 komentar
Deskripsi
Bunga Rosella atau dengan nama latin Hibiscus sabdariffa merupakan tanaman yang sekarang ini diolah untuk dijadikan minuman seduh semacam teh. Hibiscus sabdariffa L termasuk famili Malvaceae dan terdapat 2 jenis utama, yaitu H sabdariffa var altissima Wester dan H sabdariffa var sabdariffa.

Batang H sabdariffa var altissima Wester berwarna hijau atau merah dengan daun berwarna hijau. Bunganya berwarna kuning dan calyces merah atau hijau, tidak berdaging dan berduri.

H sabdariffa var sabdariffa memiliki batang yang lebih pendek dengan tinggi sekitar 2,4 m, tegak, lebat dan berbentuk silinder. Panjang daun kira-kira 7,5-12,5 cm, hijau dengan urat kemerahan. Teh herbal Rosella memiliki rasa mirip dengan Cranberry, seringkali ditambahkan gula untuk menikmati minuman ini.

Kandungan
Teh herbal Rosella secara garis besar mengandung vitamin C dan mineral. Kandungan lebih lengkapnya adalah asam organik 15-30 persen, termasuk asam sitrat, asam maleat, asam tartrat, asam polisakarida dan flavonoid glikosida. Teh ini juga mengandung inhibitor enzim yang menghambat produksi amilase.

Khasiat
1. Mempunyai efek diuretik (menambah kecepatan pembentukan urine) sehingga dapat digunakan untuk menurunkan tekanan darah
2. Dapat untuk mengontrol kolesterol
3. Menurunkan berat badan
Mengandung inhibitor enzim yang menghambat produksi amilase. Amilase adalah enzim yang memecah gula kompleks dan pati. Minum secangkir teh herbal Rosella setelah makan akan mengurangi penyerapan karbohidrat sehingga dapat untuk menurunan berat badan.
4. Memperkuat sistem kekebalan tubuh
Teh herbal Rosella kaya vitamin C yang dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh, sehingga tubuh tidak mudah terkena virus penyakit (virus influenza, dll).
5. Dapat mencegah infeksi kandung kemih dan sembelit jika diminum secara teratur.
Read More..

Ladies, Jangan Takut Matahari & Diet Ketat

0 komentar
FAKTA mengungkap bahwa wanita lebih rentan terkena osteoporosis. Gaya hidup tidak sehat seperti diet ketat dan tidak mau terpapar sinar matahari adalah beberapa penyebabnya.

Menurut data Persatuan Osteoporosis Indonesia (PEROSI), sekira 41,8 persen pria dan 90 persen wanita di Indonesia menunjukkan gejala osteoporosis. Sementara, 28,8 persen pria dan 32,2 persen wanita telah menderita osteoporisis.

Sinar matahari diketahui sumber vitamin D yang baik untuk kesehatan tulang. Sayang, banyak wanita menjauhi paparannya.

“Wanita Asia, dengan iklim tropis, biasanya takut matahari. Selain takut hitam, pria Asia ternyata juga senang dengan wanita berkulit putih. Menurut penelitian, vitamin D pada wanita Asia tergolong rendah. Sangat disayangkan karena dengan terpapar matahari, kalsium yang tidak aktif di kulit akan menjadi aktif,” papar dr Fiastuti Witjaksono MS SpGK pada talkshow “Kesehatan Tulang dan Sendi untuk Perempuan Aktif Indonesia” oleh Anlene dan Perwatusi di Hotel Shangrila, Jakarta, Rabu (27/7/2011).

Dr Fiastuti menekankan, sinar matahari yang baik untuk tulang adalah sebelum pukul 09.00 WIB dan setelah pukul 15.00 WIB. Selanjutnya, gaya hidup yang turut meningkatkan risiko osteoporosis pada wanita adalah diet ketat.

“Hati-hati terutama untuk wanita yang terobsesi kurus seperti imej model yang dilihatnya. Di Amerika saja, sekarang untuk menjadi seorang model, Indeks Massa Tubuh mereka tidak boleh kurang dari 17. Karena diketahui efek buruknya tidak hanya untuk kesehatan secara keseluruhan, tapi juga risiko terhadap osteoporosis,” lanjutnya.

“Cukupi pula kebutuhan protein. Menurut penelitian, kepadatan tulang pelaku diet atkins jauh lebih rendah daripada mereka yang cukup mengasup protein,” tukas dokter yang berpraktik di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi ini.

Dan dengan alasan takut gemuk, wanita ogah minum susu yang dianggap hanya untuk konsumsi anak kecil. Padahal, susu mengandung banyak laktosa yang mendorong penyerapan kalsium lebih baik dibandingkan kalsium dari makanan lain seperti ikan teri. Lebih lanjut, angka kecukupan kalsium untuk usia produktif 19-50 tahun adalah 1000 mg per hari, takarannya sepadan dengan 2 gelas susu mengandung kalsium.

“Menurut penelitian, konsumsi susu malam hari lebih bagus karena kalsium dalam susu dapat membantu agar osteoplas atau sel-sel yang menghancurkan tulang tidak bekerja, mungkin karena kita tidak bergerak,” tukasnya.

 “Untuk yang lactose intolerant (alergi laktosa-red), makanlah produk susu dalam porsi kecil, bertahap, dan tingkatkan menjadi porsi yang lebih besar. Yogurt, misalnya, mengandung laktosa karena diberi bakteri baik, meski kadarnya 30 persen lebih sedikit daripada susu. Lalu, kombinasi produk susu dengan makanan lain,” imbuhnya.

Penuhi gizi seimbang dan bergerak aktif

Osteporosis dapat diobati dengan perubahan gaya hidup dan pengobatan yang tepat, patah tulang sebagai dampak dari osteoporosis, juga dapat dihindari.

“Nutrisi harus cukup sesuai kebutuhan. Jangan kelebihan lemak karena akan menghambat penyerapan kalsium. Kurangi juga garam seperti monosodium glutamate yang banyak terdapat di makanan instan karena garam menjadikan pengeluaran kalsium semakin banyak,” jelasnya.

dr Fiastuti menambahkan, ikan terutama yang dimakan dengan tulang-tulangnya, kacang-kacangan, tahu, tempe, dan sayuran berwarna hijau adalah bahan-bahan makanan sumber protein lainnya.

Kemudian yang tak kalah penting adalah aktivitas fisik. Olahraga yang diperlukan untuk penyerapan kalsium maksimal adalah weight baring atau aktivitas fisik yang melawan gravitasi seperti jalan kaki dan angkat beban.

“Jalan kaki cukup 3x30 menit seminggu. Hindari pula gaya hidup yang kurang baik, seperti minum kopi berlebihan, merokok, dan minum alkohol berlebihan,”
Read More..
 
Copyright 2011 @ noroc clothing!
Design by ferie ermawan | Bloggerized by Noroc Clothing and ferie ermawan | Powered by Noroc Clothing